Menu

SewaMobilMurah

Sewa Mobil Surabaya Menjangkau Timur Jawa

header photo

AirBag Pada Mobil

June 5, 2015

Beberapa waktu lalu Sewa Mobil Murah di Surabaya dan kita semua mungkin menyimak berita yang santer diulas bahwa gara-gara ada mobil seorang pengacara ternama yang airbag mobilnya belum mengembang kala tertabrak. Laju kecepatannya belum terpenuhi (ada batas bawah kecepatan saat airbag harus mengembang); artinya bila mobil dalam keadaan diam pun bila menabrak/tertabrak pada bagian depannya, fitur airbag tidak akan berfungsi untuk melindungi pengemudi. Benarkah demikian?

Smashed Car in Dujiangyan - 2008 Sichuan earthquake (1)

Sejak ditemukan, banyak mobil yang kemudian menyediakan fitur airbag ini untuk perlengkapan keamanan sebuah mobil. Hingga akhirnya pada tahun 1998, airbag menjadi salah satu komponen wajib hadir di Amerika (sumber: wikipedia).  Tetapi fungsi dan tenologi airbag nyatanya hanya sebagai pelengkap saja dalam hal keamanan, karena ada banyak faktor yang membuat airbag tidak mengembang. Lagipula, airbag ini tidak lantas menjamin pengemudi akan terhindar dari kejadian terlempar ke luar mobil selama sabuk pengamannya tidak dikenakan.


Soal airbag yang tidak mengembang ini ada banyak faktor juga. Dari beberapa sumber yang menjadi acuan artikel ini menyebutkan hal yang sama: salah satu penyebabnya adalah mobil yang berguling-guling. Meski hal ini juga tergantung dengan bagaimana sensor airbag bekerja. Jadi, keberadaan rangka yang kuat dan sabuk keselamatan agaknya masih menjadi hal utama dalam rancang bangun sebuah mobil. Apalagi, Sewa Mobil Murah di Surabaya ternyata juga menemukan beberapa berita recall (penarikan mobil) terkait dengan masalah teknis airbag ini sewaktu browsing di internet.

Saat mengendarai, posisi dan gerak kita sangat terbatas karena dikelilingi perangkat dan perabot interior mobil. Perangkat dan perabot ini menjadi mutlak artinya pada sebuah armada mobil guna membuat nyaman pengendaranya atau membuat mobil dikendarai dengan lebih baik. Dan juga ada fitur-fitur keamanan pula yang ditanamkan semacam sabuk pengaman dan airbag itu tadi. Ada pula penghalang cahaya anti silau yang letaknya kira-kira 45° dari pandangan depan.
Kecuali yang disebutkan terakhir, perangkat tadi rawan malfungsi karena berkaitan dengan hal teknis. Sabuk pengaman yang merupakan komponen wajib pada sebuah mobil (sebagai poin yang masuk beberapa kali pada UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas) pun bisa demikian. Sabuk pengaman bisa mulur atau terkunci, dan airbag bisa tidak mengembang karena faktor teknis seperti yang telah disebutkan. 

Contohnya tabrakan seperti ini tak membuat airbag mengembang:
http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt543dbe3770ce6/toyota-digugat-karena-airbag-tak-mengembang-saat-kecelakaan

Sebuah sumber di internet: http://www.amazine.co/18930/cara-kerja-airbag-melindungi-pengemudi-dari-tabrakan/ menyebutkan bahwa pengemudi harus mengeluarkan gas pengisi airbag dengan membuka pintu. Tapi alih-alih membuka pintu, saat terjadi kecelakaan Rental Mobil Pregio di Surabaya juga melihat ada banyak pengemudi yang masih terjebak di balik kemudi mobil dengan jendela yang tertutup. Meski sumber menyebutkan gas dan komponen airbag yang mengembang tidak berbahaya, tampaknya hal ini perlu dikaji ulang untuk menjamin apakah komponen yang disebutkan ini tidak membentuk senyawa lain (dengan kemungkinan berbahaya) bila ada kebakaran dalam kasus tabrakan atau kecelakaan tersebut.

Dalam perkara rumit dan penting macam airbag ini, rasanya Rental Mobil Avanza di Surabaya juga berpikir bahwa mesti ada keharusan akan pemahaman mendasar pada konsumen terkait teknis dan teknologi mobil meski secuil, agar konsumen dapat mengetahui hak dan posisinya saat sesuatu hal buruk menimpa. Selain untuk kebaikan bersama: sisi konsumen dapat mengerti keterbatasan teknologi yang diterapkan pada suatu produk agar tidak asal menggugat; begitupun sebaliknya: suatu pabrikan tidak 'ngeles' akan kewajibannya melindungi konsumen produknya sebaik mungkin.

Go Back

Comment